Choirun Najib

BACALAH…

Archive for Juli 2011

tiktok

leave a comment »

Tiktok merupakan hasil
persilangan antara entok jantan
dengan etok betina. Anak tiktok
yang dihasilkan bersifat infertil
(mandul). Bibit tiktok dihasilkan
dengan sistem IB ( Inseminasi
Buatan) atau dikenal dengan
kawin suntik. Kondisi sperma
entok mampu hidup di saluran
reproduksi.itik betina hingga 7
hari, sebaiknya tidak lebih dari 4
hari. Dalam waktu satu minggu
dapat dilakukan kawin suntik.
Sebanyak 2 kali.
Daya tetas telur relatif rendah
yaitu 33,4%,artinya untuk
mendapatkan 1 ekkor DOT (day
old tiktok) dibutuhkan 3 butir
telur. Jika kebutuhan DOT
perminggu 100 ekor maka
dibutuhkan telur tetas 300 butir
Produktivtas bertelur induk
sekitar 60%, sehingga induk
yang dibutuhkan untuk bertelur
sebanyak (300 X 10/6) : 7= 70
-75 ekor perhari.
Satu entok jantan dapat
mengawini 4 ekor induk, untuk
mengawini 70-75 ekor induk per
hari dibutuhkan entok jantan
sebanyak 70 : 4 = 18 ekor.
Frekwensi kawin entok sekitar
70 %, maka untuk mendapatkan
18 ekor jantan yang siap kawin
dibutuhkan 26 ekor ( 100/7 X 18
ekor = 26 ekor)
Cara penetasan telur tiktok ada
dua macam, yaitu dengan
unggas lain yang memeiliki sifta
mengeram seperti ayam, entok,
dan angsa, serta menggunakan
mesin tetas sebagai pengganti
indukan.
Penetasan telur tiktok
memebutuhkan waktu selama 32
hari, lebih cepat dari entok yang
memerlukan waktu hingga 35
hari. Namun lebih lambat dari
pada itik petelur yang hanya
butuh waktu 28 hari.
Suhu rungan mesin tetas pada
minggu pertama sekitar 38,60 C,
kemudian dinaikan menjadi
38,90C pada minggu kedua.
Minggu ketiga suhu dinaikkan
menjadi 39,20C dan pada
minggu terakhir menjadi 39,40C.
Kelembaban dalam mesi tetas
adalah 70 % untuk hari pertama,
hari berikutnya hingga akhir
penetasan diturunkan menjadi
60%.
Selama proses penetasan, telur
harus dibalik minimal 4- 5 kali,
dari hari pertama hingga hari ke
20, agar panas yang diterima
oleh permukaan telur dapat
merata.
Pemeliharaan
Anak tiktok yang telah menetas
sebaiknya dimasukan dalam
kandang batrei (starter), dengan
ukuran 90 X 60 X tinggi 30 cm.
Tinggi kandang 80 cm dari lantai.
Kandang dapat menampung 15
ekor umur 1-3 minggu (30 ekor/
m2).
Setelah tiktok berumur 14 hari,
dilepas disawah yang telah
ditanami padi umur 14 luas satu
hektar untuk 350 – 400 ekor
atau 25 – 28 m 2 per ekor.
Sebelum dilepas disawah,
dilakukan adaptasi selam
seminggu dengan memberikian
lampu pijar jika anak tiktok
bergerombol.
Salah satu cara agar tiktok dapat
bergerak dan berenang dengan
leluasa, sebaiknya padi ditanam
dengan sistem tanam jajar
legowo, sehingga tiktok lebih
cepat pertumbuhanya yaitu
dalam waktu 75 hari. Saat butir
padi mulai tumbuh, titok dapat
dijual dengan bobot badan
mencapai 2,5 Kg.
LIPTAN BPTP JAKARTA, No.: 03/
HN/LIPTAN/BPTP JAKARTA/2004

Written by choir17

20 Juli 2011 at 7:35 pm

Ditulis dalam hewan

Tagged with ,

ayam kampung

leave a comment »

1. PENDAHULUAN
Perkembangan ayam buras
(bukan ras) atau lebih dikenal
dengan sebutan ayam kampung
di Indonesia berkembang pesat
dan telah banyak dipelihara oleh
peternak-peternak maupun
masyarakat umum sebagai usaha
untuk pemanfaatan pekarangan,
pemenuhan gizi keluarga serta
meningkatkan pendapatan.
Dikarenakan dengan
pemeliharaan sistem tradisional,
produksi telur ayam buras
sangat rendah, ± 60 butir/tahun/
ekor. Berat badan pejantan tak
lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2
~ 1,5 kg, maka perlu
diintensifkan. Pemeliharaan yang
intensif pada ayam buras, dapat
meningkatkan produksi telur dan
daging, dapat
mencegah wabah penyakit dan
memudahkan tata laksana.
Sistem pemeliharaan ayam buras
meliputi : bibit, pemeliharaan,
perkandangan, pakan dan
pencegahan penyakit.
2. BIBIT
Ciri-ciri bibit yang baik :
Ayam jantan
Badan kuat dan panjang.
Tulang supit rapat.
Sayap kuat dan bulu-
bulunya teratur rapih.
Paruh bersih.
Mata jernih.
Kaki dan kuku bersih, sisik-
sisik teratur.
Terdapat taji.
Ayam betina (petelur) yang
baik
Kepala halus.
Matanya terang/jernih.
Mukanya sedang (tidak
terlalu lebar).
Paruh pendek dan kuat.
Jengger dan pial halus.
Badannya cukup besar dan
perutnya luas.
Jarak antara tulang dada
dan tulang belakang ± 4
jari.
Jarak antara tulang pubis ±
3 jari.
3. PEMELIHARAAN
Ada 3 (tiga) sistem
pemeliharaan :
Ekstensif (pemeliharaan secara
tradisional = ayam dilepas dan
mencari pakan sendiri).
Semi intensif (ayam kadang-
kadang diberi pakan
tambahan).
Intensif (ayam dikandangkan
dan diberi pakan).
Apabila dibedakan dari umurnya,
ada beberapa macam
pemeliharaan, yaitu :
Pemeliharaan anak ayam
(starter) : 0 – 6 minggu,
dimana anak ayam
sepenuhnya diserahkan
kepada induk atau induk
buatan.
Pemeliharaan ayam dara
(grower) : 6 – 20 minggu.
Pemeliharaan masa bertelur
(layer) : 21 minggu sampai
afkir (…. 2 tahun).
Untuk memperoleh telur tetas
yang baik, diperlukan 1 (satu)
ekor pejantan melayani 9
(sembilan) ekor betina,
sedangkan untuk menghasilkan
telur konsumsi, pejantan tidak
diperlukan.
4. PERKANDANGAN
Fungsi kandang yaitu :
Untuk tempat berteduh dari
panas dan hujan.
Sebagai tempat bermalam.
Untuk memudahkan tata
laksana.
Syarat kandang yang baik, yaitu :
Cukup mendapat sinar
matahari.
Cukup mendapat angin atau
udara segar.
Jauh dari kediaman rumah
sendiri.
Bersih.
Sesuai kebutuhan (umur dan
keadannya).
Kepadatan yang sesuai.
Kandang dibuat dari bahan
yang murah, mudah didapat
dan tahan lama.
Kepadatan kandang :
Anak ayam beserta induk : 1 –
2 m 2 untuk 20 – 25 ekor
anak ayam dan 1 – 2 induk.
Ayam dara 1 m 2 untuk 14 –
16 ekor.
Ayam masa bertelur, 1 – 2 m 2
untuk 6 ekor dan pejantan 1
ekor.
5. PAKAN
Zat-zat makanan yang
dibutuhkan terdiri dari : protein,
energi, vitamin, mineral dan air.
Adapun konsumsi pakan adalah
sebagai berikut :
Anak ayam dara 15 gram/hari
Minggu I-III 30 gram/hari
Minggu III-V 60 gram/hari
Minggu VI sampai menjelang
bertelur 80 gram/hari
Induk 100 gram/hari
Pemberian pakan adalah sehari
dua kali, yaitu pagi dan sore,
sedangkan air minum diberikan
setiap saat.
6. PENYAKIT DAN PENCEGAHAN
ND = Necastle Desease = Tetelo
Pencegahan: lakukan vaksinasi
ND secara teratur pada umur 4
hari, 4 minggu dan 4 bulan
diulangi lagi setiap 4 bulan
sekali.
Cacingan
Pencegahan : hindarkan
pemeliharaan tradisional.
CRD (pernafasan)
Pengobatan : Chlortetacyclin
(dosis 100-200 gr/ton
ransum) atau tylosin (dosis
800 -1000 gr/ton ransum).
Berak Darah
Pengobatan : Prepara Sulfa
atau anyrolium dilarutkan
dalam air minum, dosis 0,012
-0,024% untuk 3 – 5 hari.
Pilek
Pengobatan : sulfadimetoxine
0,05% dilarutkan dalam air
minum selama 5 -7 hari.
Cacar
Pencegahannya : vaksinasi 1
kali setelah lepas induk.
7. ANALISA USAHA AYAM BURAS
Pengeluaran
Bibit: 100 ekr x Rp.
12.000,-
—————————–> Rp.
1.200.000,-
Pakan100 ekr x 360 hr x
100 gr x Rp. 491,- / 1000
——> Rp. 1.767.600,-
Penyusutan kandang/th Rp.
500.000: Rp. 50.000/2 th
—–> Rp. 225.000,-
Tenaga kerja: 12 x Rp.
150.000,- /bulan
——————> Rp.
1.800.000,-
Vaksin dan Obat: 100 ekr x
4 kali x Rp. 50,- ————->
Rp. 20.000,-
Total
———————————
———————> Rp.
5.012.600,-
Pendapatan
Penjualan telur/th 95%
x100 ek x 25% x 360 hr x
Rp. 300,- —–> Rp
2.565.000,-
Penjualan kotoran ayam/th
25 grx95 ekrx360 x Rp.
2.000,- —–> Rp. 34.200,-
Penjualan ayam afkir: 95
ekr x Rp. 13.500,-
———————> Rp.
1.282.500,-
Total
———————————
—————————> Rp.
3.881.700,-
Penghasilan/tahun:
pendapatan – pengeluaran –
Rp. 1.130.900,-
Karena keuntungannya
negatif, maka sebaiknya untuk
pemeliharaan 100 ekor ayam,
tenaga kerja cukup ditangani
oleh peternak, sehingga biaya
untuk tenaga kerja Rp. 0,-.
Dengan kata lain, untuk
pemeliharaan 100 ekor ayam :
Pengeluaran Rp.
3.212.600,-
Pendapatan Rp. 3.881.700,-
Keuntungan Rp. 669.100,-
keuntungan/bln Rp.
55.758,-
Asumsi harga pasaran bulan
Februari 1996
Harga bibit siap telur/ekor Rp.
12.000,-
Harga telur/butir Rp. 300,-
Harga pakan, dengan
susunan:
30 kg pakan Rp. 300,- /kg
50 kg pakan layer (441) Rp.
605,- /kg
1 kg mineral Rp. 500,- /kg
Harga ayam apkir Rp. 13.500,-
Harga kotoran ayam 1 karung
(50 kg) Rp. 2.000,-
Mortalitas (kematian) 5%
Produktivitas telur 25%
Biaya kandang ayam perekor
Rp . 5.000,-
Biaya vaksin & obat perekor
Rp. 50,-
8. SUMBER
Brosur Intensifikasi Ternak Ayam
Buras, Dinas Peternakan,
Pemerintah Daerah Khusus
Ibukota Jakarta, Jakarta (tahun
1996).
9. KONTAK HUBUNGAN
Dinas Peternakan, Pemerintah
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jl.
Gunung Sahari Raya No. 11
Jakarta Pusat, Tel. (021) 626
7276, 639 3771 atau 600 7252
Pes. 202.
PEMILIHAN BIBIT AYAM BURAS
KELUARAN
Teknik pembibitan bibit ayam
buras yang baik
PEDOMAN TEKNIS
Calon induk betina:
sehat dan tidak cacat
lincah dan gesit
mata bening dan bulat
rongga perut elastis
tidak mempunyai sifat
kanibal
bebas dari penyakit
umur 5 – 12 bulan.
Calon pejantan:
sehat dan tidak cacat
penampilan tegap
bulu halus dan mengkilap
tidak mempunyai sifat
kanibal
umur 8 – 24 bulan.
Jumlah induk dan
pejantan disesuaikan
dengan kondisi dan
umurnya antara 8 – 10 : 1
SUMBER
Hompage Departemen
Pertanian, http://
http://www.deptan.go.id, Maret
2001
KONTAK HUBUNGAN
Departemen Pertanian RI, Jalan
Harsono RM No. 3, Ragunan –
Pasar Minggu, Jakarta 12550 –
Indonesia
PENETASAN ALAMI AYAM BURAS
KELUARAN
Sangkar tetas dengan hasil
daya tetas tinggi.
BAHAN
Bambu, kawat, paku, rumput
kering.
ALAT
Gergaji, pisau serut, palu, tang,
dll.
PEDOMAN TEKNIS
Sangkar penetasan dibuat
dari bambu berbentuk
kerucut dengan suhu
penetasan dalam sangkar
pengeraman cukup baik.
Cara pembuatan
Potong bambu
berdiameter 25 – 50 cm
sepanjang 125 cm, 1/3
bagian harus berada di
atas ruas sedangkan yang
2/3 bagiannya sebagai
tiang
penyangga.
satu pertiga dari bambu
bagian atas dibelah-belah
kecil ( 1-1,5 cm),
dihaluskan, kemudian
dianyam dengan belahan
bambu tipis, dimulai dari
bagian ujung bawah
belahan bambu, sehingga
berbentuk kerucut.
Bagian ujung paling atas
diikat dengan kawat tali,
agar ayaman tidak lepas.
Sangkar diletakkan di
tempat yang aman dan
jauh dari keramaian dan
terhindar dari gangguan
hewan liar.
Bagian bawah sangkar
dialasi dengan rumput
kering, yang merupakan
alas/tempat diletakkannya
telur dan sekaligus
sebagai tempat
penetasan.
Sangkar penetasan kerucut
ini menghasilkan daya
tetas telur 77,37 %,
kematian embriyo 16,64 %,
suhu maksimum 102,3°C
dan suhu minimum 83,5°C.

Written by choir17

20 Juli 2011 at 5:58 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with

persiapan penetasan

leave a comment »

Untuk memperoleh persentase
hasil daya tetas yang memuaskan
ada beberapa langkah yang bisa
ditempuh, antara lain :
Menyeleksi telur tetas
Di sini kami tidak akan
membahas cara pemilihan telur
tetas karena pembahasan
tersebut sudah pernah kami tulis
sebelumnya di situs ini dan bisa
di buka pada kolom artikel. Inti
pembahasan bab ini adalah
mencari dan memilih telur yang
baik untuk ditetaskan yang
meliputi penyeleksian terhadap
bentuk telur, kebersihan kulit
telur, besar kecilnya telur,
keberadaan kantung udara, sex
ratio jantan dan betina, dan lama
penyimpanan telur.
Pengelolaan telur sebelum
dimasukkan mesin penetas
telur
Cara menyimpanan telur yang
baik adalah telur diletakkan
dengan ujung yang tumpul
berada di bagian atas. Suhu ideal
penyimpanan antara 5-15°C. Di
bawah batas tersebut embrio
bisa mati dan di atas kisaran
suhu tersebut embrio bisa
berkembang dan menyebabkan
penetasan yang lebih cepat. Cara
pengelolaan telur sebelum
dimasukkan mesin penatas
lainnya adalah dengan
membersihkan kulit telur dari
kotoran dan juga
menyucihamakan telur dengan
desinfektan.
Lokasi penempatan mesin
penetas
Mesin tetas hendaknya
ditempatkan pada ruangan yang
terlindung dari sinar matahari
atau terpaan angin. Yang ideal
adalah di tempat yang tertutup
atau kalau bisa tersembunyi,
gelap akan tetapi masih
mempunyai sirkulasi udara yang
baik. Kondisi ini seperti halnya
keadaan seekor induk betina
sedang mengeram dan
mungkinkah seekor induk betina
mengeram di tempat yang
terang? Untuk itu jangan sekali-
kali menempatkan mesin penetas
telur di depan atau belakang
rumah, di depan pintu keluar
masuk orang, dekat kamar
mandi, dan di dekat dapur.
Sumber panas
Sumber panas mesin penetas
telur bermacam-macam, ada
yang memakai lampu templok
(minyak tanah), briket batubara,
listrik (bolam, nikelin, elemen
magic jar), dan lain sebagainya.
Kita perlu mempunyai cadangan
sumber panas tersebut minimal
satu unit untuk berjaga-jaga
apabila sumber panas utama ada
masalah. Mesin tetas semi
modern atau modern biasanya
sudah menggunakan double
pemanas seperti kombinasi
listrik dengan minyak tanah atau
lainnya. Karena kebanyakan pada
saat sekarang sumber panas
yang digunakan adalah listrik
maka bisa menyediakan
cadangan minyak tanah, UPS,
Genset atau diesel untuk mesin
penetas telur kapasitas besar.
Persiapan mesin penetas telur
Satu hari sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
penetas telur, sebaiknya ruangan
mesin telah disucihamakan
dengan desinfektan. Banyak
sudah jenis desinfektan yang
ditawarkan oleh produsen obat
dan kami tidak akan
menyebutkannya di sini. Kotoran-
kotoran yang melekat pada alas
lantai mesin, rak pengeraman,
dan dinding mesin dari sisa
proses penetasan sebelumnya
perlu dibersihkan juga. Setelah
proses penyucihamaan selesai
mesin ditutup kemudian mesin
bisa dinyalakan dan dibiarkan
sampai tercipta suhu yang stabil
yaitu antara 38-40°C.
Mengatur temperatur dan
kelembaban
Suhu pada mesin disetting
berkisar antara 38-40°C dengan
cara mengatur thermoregulator
atau thermostatnya. Sedangkan
kelembaban disetting pada
kisaran antara 50-60%.
Tempatkan thermometer dan
hygrometer pada tempat yang
mudah terlihat. Kami
menyarankan untuk memakai
thermometer yang terbuat dari
air raksa dan kalau
memungkinkan mempunyai
double thermometer untuk
pengecekan suhu karena bisa
jadi thermometer yang kita miliki
kurang keakuratannya.
Mengatur Sirkulasi Udara
Pada setiap mesin tetas biasanya
selalu diberi ventilasi udara agar
dapat terjadi pertukaran udara di
dalam mesin dengan udara luar.
Ventilasi udara dibuka mulai hari
ke-4 sedikit demi sedikit sampai
pada hari ke-7 lubang ventilasi
sudah terbuka penuh. Untuk
mesin penetas semi modern
biasanya sudah disertai dengan
fan (kipas) untuk membantu
pemerataan panas dalam mesin
dan membuang udara jika
diperlukan.
Meneropong telur (candling)
Banyak anggapan bahwa setiap
telur yang kita masukkan ke
dalam mesin penetas telur akan
menetas. Sebagian mereka tidak
mengetahui bahwa hanya telur
yang fertil saja (dibuahi) yang
bisa menetas. Peneropongan
terlur berfungsi untuk
mengetahui jumlah telur yang
infertil (tidak dibuahi), telur yang
fertil, embrio yang tumbuh dan
embrio yang mati. Pada
perlakuan penetasan telur ayam
kampung, peneropongan telur
dilakukan minimal tiga (3) kali
yaitu pada hari ke-3, 14, dan 18.
Telur yang infertil atau mati
embrio perlu dikeluarkan dari
mesin penetas telur. Telur yang
infertil masih bisa dikonsumsi
sedangkan telur yang mati
embrio bisa untuk campuran
pakan ternak.
Memutar telur tetas
Kegiatan ini memang sangat
menjemukan dan membutuhkan
kesabaran. Pemutaran telur
dilakukan mulai hari ke-4 sampai
hari ke-18 untuk telur ayam
kampung. Dalam satu hari
minimal 3 kali telur dibalik. Kalau
ingin hasil yang lebih baik telur
bisa dibalik setiap 3 atau 4 jam
sekali. Berdasarkan pengalaman
sebagian penetas di Purwokerto,
pembalikan telur setiap 3 jam
sekali memberikan daya tetas
sampai 90%.
Pendinginan telur
Kadang kita melihat seekor induk
ayam akan meninggalkan sarang
bertelurnya untuk mencari
makan atau sekedar bergulung-
gulung di tanah atau pasir.
Tingkah laku tersebut bertujuan
untuk mendinginkan telur.
Pendinginan telur pada mesin
penetas telur dilakukan saat kita
melakukan peneropongan telur.
Atau bisa juga untuk sesekali
waktu kita buka pintu mesin
penetas. Lama pendinginan telur
bisa antara 10-15 menit.
Menjelang menetas
Saat ini disebut dengan periode
kritis ke-2 dan biasanya banyak
penetas yang gagal dalam
menghadapinya. Pada tiga hari
terakhir sebaiknya telur tidak
perlu dibalik/diputar lagi.
Kelembaban perlu dinaikkan
sedikit untuk membantu proses
retaknya cangkang (pipping)
dengan cara penyemprotan telur
dengan sprayer atau lainnya.
Suhu perlu dipertahankan agar
tetap stabil dan menghindari
agar tidak terjadi kematian pada
sumber pemanas (PLN atau
lainnya).
Masa Transisi
Ketika anak ayam sudah menetas
biarkan beberapa jam sampai
bulu-bulunya mulai mengering
dan segera pindah ke tempat lain
yang telah dipersiapkan seperti
kardus, box yang diberi alas
jerami atau box khusus dengan
pemanas sekalian. Jangan
biarkan anak ayam terlalu lama
dalam mesin penetas karena bisa
menghalangi telur lainnya untuk
proses menatas. Kebanyakan dari
kita membiarkan anak ayam
menetas semua dan tidak
mengeluarkan anak ayam yang
menetas lebih awal. Sehingga
anak ayam yang menetas lebih
awal akan mengalami dehidrasi
dan akhirnya mati lemas.

Written by choir17

18 Juli 2011 at 9:25 pm

Ditulis dalam hewan, tips & trik

Tagged with

Mengurangi bau kandang

leave a comment »

Menanam hijauan di sekitar
kandang
Penanaman hijauan disekitar
kandang akan bisa sedikit
mengurangi bau amoniak yang
timbul. Hijauan yang bisa ditatam
bisa berupa hijauan pakan
ternak (rumput gajah, rumput
raja, rumput lampung, kaliandra,
lamtoro, turi) atau berupa
pepohonan rendah. Yang
penting tanaman tersebut tidak
sampai menghalangi masuknya
sinar matahari ke dalam kandang
sehingga kondisi kandang bisa
tetap kering. Dengan demikian
bau amoniak akan sedikit
berkurang dan kita mendapat
manfaat dari penanaman hijauan
di sekitar kandang tersebut.
Penambahan kunyit (kunir)
pada pakan
Penambahan kunir (kunyit) ke
dalam pakan ternak diyakini
dapat mengurangi bau amoniak
pada kotoran. Fungsi kunyit
dalam pakan adalah untuk
meningkatkan kerja organ
pencernaan unggas yaitu
dengan merangsang dinding
kantong empedu untuk
mengeluarkan cairan empedu
dan merangsang keluarnya
getah pankreas yang
mengandung enzim amilase,
lipase, dan protease yang
berguna untuk meningkatkan
pencernaan bahan pakan seperti
karbohidrat, lemak, dan protein.
Kotoran yang bau dikarenakan
proses metabolisme yang kurang
maksimal sehingga ada zat-zat
makanan yang ikut terbuang
melalui kotoran terutama
protein.
Penyemprotan dengan EM4
(Efektive Mikroorganisme 4)
EM-4 merupakan larutan berisi
berbagai mikroorganisme
fermentasi yang bekerja secara
efektif dalam memfermentasikan
bahan organik dalam kondisi
aerob sehingga dapat
mempercepat proses
pengomposan dan menambah
unsur hara tanah. EM-4, biasanya
dijual dalam bentuk cair,
berwarna cokelat kekuningan,
serta mengandung berbagai
mikroorganisme. Masing-masing
mikroorganisme ini mempunyai
kerja yang sangat spesifik,
kemudian saling bersinergi
dalam mengurai limbah organik
serta menangkap gas penyebab
bau tidak sedap (misalnya H2S
dan NH3). EM-4 dapat digunakan
untuk mengolah kotoran dan air
kencing ternak menjadi pupuk.
Cara penggunaan adalah limbah
ternak (kotoran dan sisa pakan)
dikumpulkan, lalu disiram larutan
EM-4 aktif dengan konsentrasi
1-10 % sebanyak 1 liter/m3. Bau
busuk dari limbah pun akan
berkurang. Setelah 1 minggu,
limbah dapat digunakan untuk
memupuk tanaman.
Penambahan kapur pada litter
Penambahan kapur dalam litter
salah satu fungsinya adalah
untuk membunuh bibit penyakit,
Fungsi lain dari penambahan
kapur ini adalah dapat
mengembalikan pH tanah
menjadi netral dan juga
meningkatkan daya serap tanah
terhadap air. Limbah bau
kandang biasanya banyak
disebabkan oleh kondisi litter
yang basah atau lembab. Nah
dengan penambahan kapur
diharapkan air yang tumpah atau
kotoran ayam yang basah
langsung bisa diserap sehingga
limbah bau sedikit berkurang. <a href="http://www.sentralternak.com"=/a&gt;

Written by choir17

18 Juli 2011 at 7:40 am

Ditulis dalam hewan, tips & trik

Tagged with

Penetasan Telur Itik

leave a comment »

Telur itik
membutuhkan waktu sekitar 28
hari sedangkan telur ayam hanya
butuh waktu sekitar 21
hari.Berikut akan kami sajikan
pengetahuan kami perihal tata
cara penetasan telur itik
meskipun kami bukanlah yang
terbaik dalam hal ini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Proini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Pro

Written by choir17

18 Juli 2011 at 3:31 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with ,

optimalisasi kamera ponsel

leave a comment »

Berikut ini beberapa tip agar hasil jepretan maksimal:
1. Pencahayaan.
Semakin jelas obyek foto anda semakin bagus hasilnya. Bila memungkinkan memotretlah di luar ruangan. Bila di dalam ruangan pakailah lampu kilat. Bila menyalakan lampu tambahan pakailah white balance untuk memperbaikinya. White balance itu seperti standar temperatur warna untuk mengoreksi warna sesuai pencahayaan,seperti CLOUDY (saat mendung), sunny (saat terik), & tungsten (saat lampu bohlam).
2. Dekati obyek.
3. Posisi stabil.
Salah satu triknya letakkan ponsel di tempat yang tetap,bisa pohon,dinding atau meja.
4. Jangan pakai pembesar digital.
Bisa menurunkan kualitas foto. Bila ada gunakan pembesaran lensa.
5. Ikuti hukum komposisi,lalu pecahkan.
Ikuti aturan komposisi dasar seperti jangan letakkan obyek foto di tengah frame,tapi sepertiganya. Tapi kadang keindahan kamera ponsel ketika dilanggar aturan itu. Lakukan dari berbagai sisi, bisa setinggi pinggang,dari atas sekali atau dari dekat.
6. Jaga lensa tetap bersih.
Ponsel sering di simpan di saku, tas, atau sering di gunakan. Lensa bisa kotor dan rusak. Bersihkan lensa dengan kain yang lembut.
7. Pakai resolusi tinggi.
Semakin tinggi semakin jelas fotonya. Dan juga semakin besar ukurannya serta semakin lambat jika di kirim melalui jaringan.

Written by choir17

16 Juli 2011 at 9:23 pm

Ditulis dalam tips & trik

Tagged with ,

Cara membuat kompos

leave a comment »

Cara membuat kompos:
1. Kumpulkan sampah organik yang kering,seperti sisa potongan sayur atau dedaunan. Potong-potong atau cacah sampai menjadi potongan yang kecil.
2. Campurkan cacahan tadi dengan serbuk gergaji,dengan perbandingan 1:1. Tambahkan dedak secukupnya sebagai makanan mikroorganisme.
3. Larutkan 2 sendok makan EM 4(efektif mikro organisme) dengan 500 ml air. Campurkan ke bahan-bahan lain sampai merata,masukkan ke dalam wadah.
4. Tutup wadah dan tempatkan ditempat yg aman dari jangkauan anak,dan aduk-aduk isinya setiap 2 hari sekali.
5. Jika sudah berusia 1 bulan,kompos siap di gunakan. TABLOID RUMAH.

Written by choir17

16 Juli 2011 at 2:47 pm

Ditulis dalam tips & trik

Tagged with , ,