Choirun Najib

BACALAH…

Posts Tagged ‘hewan

Agar PLECI Ngeplong

leave a comment »

image

Saat ini para kicaumania sedang tergila-gila dengan burung yang satu ini.
Pleci….
Burung yang beberapa tahun lalu tidak begitu berharga kini bisa melambung hingga jutaan rupiah.
Terutama yang sudah buka paruh yang biasa di sebut ngeplong.
Memang untuk menjadikan burung bisa sampai ngeplong butuh perawatan dan perhatian lebih, dan masih jarang orang yang bisa melakukan hal tersebut. Maka dari itu tidak heran kalau harganya mencapai jutaan rupiah.
Sebagai contoh saya dirumah punya 4 ekor, sudah 3 bulan saya rawat yang bunyi cuma 1, itupun masih ngriwik. Tidak bosan2 saya baca2 di mbah google maupun tanya teman2 mengenai cara perawatan agar pleci cepat ngeplong tapi sampai saat ini tetap saja belum ada tanda2 mau ngeplong. Dan akhirnya keluar juga  cara terakhir yaitu SABAR…
Jadi apakah cara terakhir itu yang bisa menjadikan pleci bisa ngeplong dan berharga jutaan rupiah?

Written by choir17

14 September 2012 at 12:40 pm

Ditulis dalam Burung, hewan

Tagged with , ,

tiktok

leave a comment »

Tiktok merupakan hasil
persilangan antara entok jantan
dengan etok betina. Anak tiktok
yang dihasilkan bersifat infertil
(mandul). Bibit tiktok dihasilkan
dengan sistem IB ( Inseminasi
Buatan) atau dikenal dengan
kawin suntik. Kondisi sperma
entok mampu hidup di saluran
reproduksi.itik betina hingga 7
hari, sebaiknya tidak lebih dari 4
hari. Dalam waktu satu minggu
dapat dilakukan kawin suntik.
Sebanyak 2 kali.
Daya tetas telur relatif rendah
yaitu 33,4%,artinya untuk
mendapatkan 1 ekkor DOT (day
old tiktok) dibutuhkan 3 butir
telur. Jika kebutuhan DOT
perminggu 100 ekor maka
dibutuhkan telur tetas 300 butir
Produktivtas bertelur induk
sekitar 60%, sehingga induk
yang dibutuhkan untuk bertelur
sebanyak (300 X 10/6) : 7= 70
-75 ekor perhari.
Satu entok jantan dapat
mengawini 4 ekor induk, untuk
mengawini 70-75 ekor induk per
hari dibutuhkan entok jantan
sebanyak 70 : 4 = 18 ekor.
Frekwensi kawin entok sekitar
70 %, maka untuk mendapatkan
18 ekor jantan yang siap kawin
dibutuhkan 26 ekor ( 100/7 X 18
ekor = 26 ekor)
Cara penetasan telur tiktok ada
dua macam, yaitu dengan
unggas lain yang memeiliki sifta
mengeram seperti ayam, entok,
dan angsa, serta menggunakan
mesin tetas sebagai pengganti
indukan.
Penetasan telur tiktok
memebutuhkan waktu selama 32
hari, lebih cepat dari entok yang
memerlukan waktu hingga 35
hari. Namun lebih lambat dari
pada itik petelur yang hanya
butuh waktu 28 hari.
Suhu rungan mesin tetas pada
minggu pertama sekitar 38,60 C,
kemudian dinaikan menjadi
38,90C pada minggu kedua.
Minggu ketiga suhu dinaikkan
menjadi 39,20C dan pada
minggu terakhir menjadi 39,40C.
Kelembaban dalam mesi tetas
adalah 70 % untuk hari pertama,
hari berikutnya hingga akhir
penetasan diturunkan menjadi
60%.
Selama proses penetasan, telur
harus dibalik minimal 4- 5 kali,
dari hari pertama hingga hari ke
20, agar panas yang diterima
oleh permukaan telur dapat
merata.
Pemeliharaan
Anak tiktok yang telah menetas
sebaiknya dimasukan dalam
kandang batrei (starter), dengan
ukuran 90 X 60 X tinggi 30 cm.
Tinggi kandang 80 cm dari lantai.
Kandang dapat menampung 15
ekor umur 1-3 minggu (30 ekor/
m2).
Setelah tiktok berumur 14 hari,
dilepas disawah yang telah
ditanami padi umur 14 luas satu
hektar untuk 350 – 400 ekor
atau 25 – 28 m 2 per ekor.
Sebelum dilepas disawah,
dilakukan adaptasi selam
seminggu dengan memberikian
lampu pijar jika anak tiktok
bergerombol.
Salah satu cara agar tiktok dapat
bergerak dan berenang dengan
leluasa, sebaiknya padi ditanam
dengan sistem tanam jajar
legowo, sehingga tiktok lebih
cepat pertumbuhanya yaitu
dalam waktu 75 hari. Saat butir
padi mulai tumbuh, titok dapat
dijual dengan bobot badan
mencapai 2,5 Kg.
LIPTAN BPTP JAKARTA, No.: 03/
HN/LIPTAN/BPTP JAKARTA/2004

Written by choir17

20 Juli 2011 at 7:35 pm

Ditulis dalam hewan

Tagged with ,

Penetasan Telur Itik

leave a comment »

Telur itik
membutuhkan waktu sekitar 28
hari sedangkan telur ayam hanya
butuh waktu sekitar 21
hari.Berikut akan kami sajikan
pengetahuan kami perihal tata
cara penetasan telur itik
meskipun kami bukanlah yang
terbaik dalam hal ini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Proini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Pro

Written by choir17

18 Juli 2011 at 3:31 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with ,