Choirun Najib

BACALAH…

Posts Tagged ‘tips

Penetasan Telur Itik

leave a comment »

Telur itik
membutuhkan waktu sekitar 28
hari sedangkan telur ayam hanya
butuh waktu sekitar 21
hari.Berikut akan kami sajikan
pengetahuan kami perihal tata
cara penetasan telur itik
meskipun kami bukanlah yang
terbaik dalam hal ini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Proini. Mudah-
mudahan yang kami berikan ini
membawa manfaat bagi kita
semua. Aamiin.Persiapan telur :

¤Memilih atau menyeleksi telur
tetas sesuai dengan kriteria
telur tetas yang baik.

¤Telur yang kulitnya terlalu
kotor perlu dibersihkan, akan
tetapi perlu ke hati-hatian
dalam membersihkan kulit
telur jangan sampai lapisan
kulit ikut hilang.

¤Pisahkan telur retak, kerabang
tebal/tipis.

Persiapan mesin tetas :

¤Fumigasi mesin tetas telah
dilakukan satu hari sebelum
mesin dipakai meskipun
mesin tersebut baru dibeli.

¤Hubungkan mesin tetas
dengan catu daya listrik dan
tunggu sampai suhu
mencapai kestabilan pada
suhu 37-38°C.
¤Pemanasan
mesin tetas dilakukan minimal
3 jam sebelum telur
dimasukkan ke dalam mesin
tetas.
¤Cek dengan seksama cara
kerja thermostat, pitingan
lampu dan yang lainnya.

¤Sediakan cadangan bola
lampu (dop) atau lampu
templok (minyak tanah).

Setelah segala sesuatunya telah
siap maka saatlah kita masuk ke
tahap proses penetasan telur
yang sebenarnya. Adapun urutan
kerja selama proses penetasan
telur itik adalah sebagai berikut :

¤Hari ke-1 :
Masukkan telur ke dalam
mesin tetas dengan posisi
miring atau tegak (bagian
tumpul di atas). Telur bisa
langsung begitu saja
dimasukkan ke dalam mesin
atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu
yaitu dibilas secra merata
dengan air hangat.
Ventilasi ditutup rapat
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-2 :
Ventilasi dibiarkan tertutup
sampai hari ke-3
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-3 :
Pembalikan telur harian bisa
dimulai pada hari ini atau
masuk hari hari ke-4
Disarankan pembalikan telur
minimal 3x dalam sehari-
semalam (jika memungkinkan
dipakai rentang waktu setiap
8 jam. Misalkan pagi pukul
05.00, siang pukul 13.00, dan
malam pukul 21.00.
Bersamaan dengan itu bisa
dilakukan peneropongan
telur kalau sudah
memungkinkan karena
ketelitian seseorang berbeda-
beda. Telur yang berembrio
ditandakan dengan bintik
hitam seperti mata yang ikut
bergoyang ketika telur
digerakkan dan disekitarnya
ada serabut-serabut kecil.
Kalau telur tidak menandakan
tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.
Peneropongan telur dilaukan
ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih
jelas.
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-4 :
Pembalikan telur harian sesuai
jadwal hari ke-3
Lubang ventilasi mulai dibuka
¼ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-5 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ½ bagian
Kontrol suhu (38°C).

¤Hari ke-6 :
Pembalikan telur harian
Ventilasi dibuka ¾ bagian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui
perkembangan embrio (hidup
atau mati). Embrio mati mati
ditandakan dengan bercak
darah atau lapisan darah pada
salah satu sisi kerabang telur
sedang embrio yang
berkembang serabut yang
menyerupai sarang laba-laba
semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya.

¤Hari ke-8 sampai ke-13 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38°C) dan
lakukan penambahan air pada
bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

¤Hari ke-14 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk
gambaran mulai gelap dengan
rongga udara yang terlihat
jelas.

¤Hari ke 15 sampai ke-20 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu dinaikkan sedikit
(38,5-39°C) dan lakukan
penambahan air pada bak jika
jumlah air dalam bak tersebut
berkurang.

¤Hari ke-21 :
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur
untuk mengetahui embrio
yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan
dengan bocornya lapisan
rongga udara sehingga telur
terlihat hitam semua
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-22 sampai ke-25 :
Pembalikan telur harian
Kontrol suhu (38,5-39°C) dan
tambahkan air ke dalam bak.

¤Hari ke-26 sampai ke-27 :
Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan
penyemprotan jika diperlukan
(dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah
mulai menetas di malam hari.

¤Hari ke-28 :
Telur-telur sudah banyak yang
menetas
Keluarkan cangkang telur dari
rak agar space atau ruangan
lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru
menetas setelah bulunya
setengah kering atau kering
seluruhnya
Pro

Written by choir17

18 Juli 2011 at 3:31 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with ,